Thursday, 8 May 2014

JUAL TAPAK DARA: Tapak Dara Manjur Sembuhkan Leukemia

Tapak dara. Anda tentu sudah sangat akrab dengan tumbuhan ini. Tumbuhan yang sangat banyak kita jumpai hidup secara liar di pekarangan rumah. Tumbuhan yang memiliki bunga indah ini, ternyata punya khasiat yang tidak kalah “indah”. Tapak dara mengandung dua senyawa penting, vinkristin dan vinblastin. Dua senyawa tersebut memiliki sifat anti-kanker yang poten. Beberapa waktu lalu saat saya di poliklinik, saya sempat ngobrol dengan salah satu pasien Leukemia. Kebetulan pasien ini menderita chronic myelomonocytic leukemia (CML). Dulu pasien ini mengaku keadaannya sangat buruk. Wajahnya pucat, mual, muntah dan sering pingsan. Tapi beliau bersyukur, setelah mendapat terapi injeksi vinkristin dan vinblastin, keadaannya sekarang sudah sangat membaik.
Negara-negara barat sedang memburu tapak dara untuk mengisolasi dua senyawa tersebut. Saat ini dunia masih sangat kekurangan suplai vinkristin dan vinblastin, sehingga harganya bisa melangit. Harga 1 mg vinkristin saja bisa mencapai USD 1,64-7,4. Sedangkan harga vinblastin bahkan bisa mencapai USD 79,95. Hal ini merupakan sebuah peluang industri bagi Indonesia, mengingat Indonesia memiliki sumberdaya alam hayati yang melimpah ruah. Sebagai negara dengan kekayaan hayati 3 besar di dunia harusnya Indonesia dapat mengambil peluang ini. Indonesia dapat menjadi produsen vinkristin dan vinblastin no 1 di dunia.
Yang dapat bangsa ini lakukan adalah:
1. Budidaya Tapak Dara
Budidaya tapak dara harus dilakukan dengan intensif untuk meningkatkan angka keberhasilan program ini. Program yang dijalankan setengah-setengah tentu akan memiliki resiko kegagalan yang tinggi, masih ingat kasus LPG? Bangsa ini butuh para petani yang memiliki jiwa Enterpreneur, jiwa seorang Risk Taker. Mereka berani mengambil peluang untuk membudidayakan tapak dara, dengan resiko kegagalan panen dan paska panen yang menyertainya. Selama ini tapak dara masih tumbuh secara liar. Belum ada program budidaya yang dilakukan di negri ini. Untuk mengurangi resiko gagal pemasaran, maka harus dibentuk sebuah sistem kerjasama antara petani dan koperasi unit desa (KUD). Perjanjian yang dibuat adalah petani menyediakan produk tapak dara dan KUD membeli dengan harga yang laya. KUD disini hanya berperan mediator antara petani dan Industri.
2. Penelitian
Penelitian intensif terhadap proses produksi vinkristin dan vinblastin yang lebih efisien harus dilakukan. Hal tersebut bermanfaat untuk menjaga kualitas daya saing produk kita dengan produk luar negri. Efisien atau mati, demikian semboyan 3 idot^^ Dengan demikian, para peneliti dari berbagai bidang wajib dirangkul untuk mensukseskan program ini. Kita punya banyak ilmuan yang tersebar di seluruh dunia. Sediakan saja infrastruktur yang memadai. Saya yakin mereka akan segera kembali ke tanah air ini.
3. Industri Farmasi
Kesediaan Industri Farmasi untuk ambil bagian dalam mensukseskan program ini akan jadi kunci. Kita memiliki banyak Industri farmasi yang berkualitas, sebut saja Kalbe Farma, industri farmasi yang konsisten berinovasi dengan pengembangan produk herbal. Kerja sama dengan Industri Nasional akan semakin meningkatkan mutu produk, terutama bentuk sediaan yang lebih efektif untuk melawan leukimia.
4. Pemerintah
Semoga pemerintah dapat membaca artikel ini (mimpi kali ye…) sehingga dukungan dari mereka yang ada di atas mutlak diperlukan untuk pelaksanaan program ini secara total. Departemen pertanian dibutuhkan untuk meningkatkan produksi bahan mentah (tapak dara) sedangkan Departemen Kesehatan penting untuk proses distribusi paska produksi. Rekomendasi penggunaan vinkristin dan vinblastin secara klinik di Puskesmas atau Rumah sakit Indonesia akan mengokohkan market share pada awal pengembangan produk ini.
Demikian sedikit khayalan saya melihat Indonesia dapat menajdi negara produsen vinkristin dan vinblastin no.1 di dunia. semoga bermanfaat.
Salam sehat lahir dan batin^^

No comments:

Post a Comment