|
Pakar penyakit kanker Walter H
Lewis, dalam Medical Botany, menyebutkan, ada beberapa faktor yang
berperan dalam tumbuhnya kanker payudara. Antara lain gangguan hormonal
(terutama estrogen pada wanita), luka berat, kegagalan dalam perawatan
setelah kehamilan, penyakit peradangan tumor jaringan ikat (fibrocytis)
dan gangguan virus pada kelenjar susu.
Berkaitan dengan kejadian- kejadian seperti ini, sebagian penderita kanker payudara mengubah cara pengobatan dengan tanaman (herb therapy) dengan bermacam-macam alasan. Cara pengobatan alternatif dengan tanaman ternyata banyak membantu para penderita, sehingga dilakukanlah upaya-upaya penelitian dalam bidang etnobotani maupun farmakologinya, terhadap beberapa tumbuhan yang digunakan. Penelitian yang mulai dilakukan pada tahun 1938, awalnya dengan obyek penelitian tanaman “colchium autumnale” yang diketahui mengandung alkaloid colchine. Namun sayangnya, konon penelitian terhadap tanaman jenis ini tidak memuaskan para peneliti alias mengecewakan mereka. Maka mereka mengalihkan obyek penelitian pada tanaman “tapak dara” yang menunjukkan adanya tanda-tanda mampunya tumbuhan ini berperan sebagai penyembuh kanker payudara. Dikenal sebagai tanaman hias Di Indonesia sendiri tapak dara dikenal sebagai tanaman hias yang menarik karena bunganya yang berwarna indah. Di tiap-tiap daerah nama tapak dara berbeda-beda. Di Jawa, misalnya, orang menyebutnya sebagai kembang tembaga, pakurame, tapak doro, dan bunga serdadu. Di Sumatera orang menyebutnya dengan ruru-ruru dan rumput jalang. Sedangkan masyarakat Sulawesi menyebutnya dengan naula sindapor, sementara masyarakat Maluku menyebutnya usia. Tapak dara (catharan thusroseus) merupakan tumbuhan terna menahun dari famili apocynaceae (kamboja-kambojaan). Tanaman yang berasal dari Amerika Tengah ini bisa tumbuh dari daerah dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tapak dara juga dikenal sebagai tanaman yang tidak sulit diperoleh, karena ia dapat diperbanyak dengan cara menanam bijinya, menyetek batangnya atau bisa juga menyetek akarnya. Dari studi etnobotani di beberapa daerah di negara lain, hasil penelitian tapak dara menggembirakan dalam upaya pengobatan. Elli Lily, Svoboda, Noble dan Beer dari salah satu laboratorium Universitas Western, Ontario yang melakukan ujicoba berkali-kali, ternyata hasilnya dinyatakan positif. Dari hasil ujicoba itu, tapak dara dapat digunakan sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Menurut para peneliti dari Kanada tersebut, beberapa senyawa alkaloid dari ekstrak kasar tapak dara secara drastis mampu menurunkan jumlah sel darah putih, khususnya butir-butir dalam protoplasma (granulum) pada tikus percobaannya. Ekstrak tadi juga sangat menekan aktivitas sumsum tulang pada tikus yang menderita leukemia. Luar biasa Dari pengamatan invitro, pengaruh senyawa aktif tapak dara yang melawan sel darah putih ternyata sangat luar biasa. Senyawa tadi juga aktif menghalangi perkembangan sistem sirkulasi tumor. Dengan pengembangan teknologi akhirnya tapak dara berperan penting pada komersialisasi produk vinblastine dan vincristine sebagai senyawa anti kanker secara kemoterapi. Sutarno dan Radjiman dalam Medicinal and Poisonous Pants I (1999) melaporkan, selain vinblastine dan vincristine, tapak dara juga mengandung alkoloid turunan, seperti vendicine dan vinorelbine. Dua senyawa pertama merupakan senyawa antimitoties yang kerjanya terikat pada kelenjar dan saraf, dengan mencegah pembelahan sel kumparan. Kedua sel ini menghalangi pembelahan inti sel-sel normal yang berkembang menjadi sel-sel kanker. Dengan melalui proses induksi sel kanker ini dapat berkembang biak sehingga dapat meluas ke jaringan di sekitarnya dalam bentuk benjolan (metafase). Vinblestine digunakan sebagai bahan pengobatan penyakit leukemia, sedangkan vincristine digunakan sebagai bahan pengobatan leukemia akut, pembengkakan limpa, kanker cabang tenggorokan (broncial cancer), perkembangan tumor ganas pada ginjal (nephroblastomas) kanker payudara (interaducta carcinoma) dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot (rhabdomysarcoma). Vindecine adalah senyawa semi sintetis jadian dari vinblastine yang digunakan pada pengobatan akibat bertambahnya sel darah putih pada kelenjar getah bening (acut lympathic leukemia), khususnya pada anak-anak. Selain itu juga digunakan dalam pengobatan pembengkakan setiap kelenjar getah bening (lymphomas) yang biasanya sulit disembuhkan. Bisa juga dipakai oleh penderita tumor pigmen yang kulitnya mengalami bercak-bercak hitam (melanomas). Sutarno dan Radjiman juga melaporkan besarnya kandungan alkaloid total di dalam daun tapak dara, yaitu berkisar antara 0,70 persen hingga 0,82 persen. Untuk memperoleh 50 miligram vincristine dibutuhkan satu ton daun kering tapak dara. Sedangkan pada seluruh bagian tanaman antara 0,2-1 persen. Beberapa senyawa utama bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit lain, misalnya leurisine dan vindoline yang dipakai sebagai bahan pengganti insuline, karena berpengaruh pada penurunan kadar gula darah (hipogleukemia) penderita diabetes. Tapak dara, buah adas dan pulasari Dalam upaya penyembuhan kanker payudara, tapak dara memerlukan jenis tumbuhan lain seperti buah adas dan kulit kayu pulasari. Bahkan takarannya pun perlu diatur, yaitu 22 lembar tapak dara, buah adas dan kulit kayu pulasari secukupnya. Cara membuat ramuannya dengan mencuci terlebih dulu ketiga bahan tersebut hingga bersih, kemudian direbus dalam air sebanyak tiga gelas. Tambahkan gula merah secukupnya dan biarkan air mendidih hingga tinggal setengahnya. Setelah dingin, saringlah dengan saringan teh. Minumlah ramuan ini tiga kali sehari (pagi, siang, malam), masing-masing setengah gelas. Drs Samiran dari Laboratorium Fitokimia, Balitbang Botani (Herbarium) LIPI Bogor, memiliki catatan menarik. Seorang guru SDN di Bogor bernama Ibu Sri (49 tahun), terbebas dari rongrongan penyakit kanker payudaranya yang telah diderita selama dua tahun. Ibu Sri sembuh total setelah meminum ramuan tapak dara yang dicampur buah adas dan kulit kayu pulasari selama hampir dua bulan. Adas dan pulasari merupakan jenis tanaman yang mengandung senyawa anethol dan kumarin. Kedua senyawa alkaloid itu digunakan untuk memperbaiki rasa dan pewangi oleh industri obat, jamu, bumbu, tapal gigi, dll. Sedangkan senyawa kumarin berkhasiat sebagai obat sariawan, penguat lambung dan kejang lambung.(emon). Sumber : http://www.bkkbn.go.id |
JUAL DAUN TAPAK DARA DAN DAUN INSULIN 087 839 858 931, PIN BB 295E0999, JOGJA
JUAL DAUN TAPAK DARA, DAUN INSULIN, DAUN KELOR, BIJI KELOR, BIJI MAHONI, KAYU KELOR, DAUN, DAUN SIRIH HIJAU, DAUN SIRSAK, DAUN CEPLUKAN, DAUN MAHKOTA DEWA, DAUN KEMUNING, DAUN JERUK PURUT, KAYU KELOR, DAUN TAPAK DARA, DAN ANEKA DAUN HERBAL LAIN SERTA BIJI-BIJIAN.
Thursday, 8 May 2014
KANKER PAYUDARA DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN TAPAK DARA
JUAL TAPAK DARA: Tapak Dara Manjur Sembuhkan Leukemia
Tapak dara. Anda tentu sudah sangat akrab dengan tumbuhan ini. Tumbuhan
yang sangat banyak kita jumpai hidup secara liar di pekarangan rumah.
Tumbuhan yang memiliki bunga indah ini, ternyata punya khasiat yang
tidak kalah “indah”. Tapak dara mengandung dua senyawa penting,
vinkristin dan vinblastin. Dua senyawa tersebut memiliki sifat
anti-kanker yang poten. Beberapa waktu lalu saat saya di poliklinik,
saya sempat ngobrol dengan salah satu pasien Leukemia. Kebetulan pasien
ini menderita chronic myelomonocytic leukemia (CML). Dulu
pasien ini mengaku keadaannya sangat buruk. Wajahnya pucat, mual, muntah
dan sering pingsan. Tapi beliau bersyukur, setelah mendapat terapi
injeksi vinkristin dan vinblastin, keadaannya sekarang sudah sangat
membaik.
Negara-negara barat sedang memburu tapak dara untuk mengisolasi dua
senyawa tersebut. Saat ini dunia masih sangat kekurangan suplai
vinkristin dan vinblastin, sehingga harganya bisa melangit. Harga 1 mg
vinkristin saja bisa mencapai USD 1,64-7,4. Sedangkan harga vinblastin
bahkan bisa mencapai USD 79,95. Hal ini merupakan sebuah peluang
industri bagi Indonesia, mengingat Indonesia memiliki sumberdaya alam
hayati yang melimpah ruah. Sebagai negara dengan kekayaan hayati 3 besar
di dunia harusnya Indonesia dapat mengambil peluang ini. Indonesia
dapat menjadi produsen vinkristin dan vinblastin no 1 di dunia.
Yang dapat bangsa ini lakukan adalah:
1. Budidaya Tapak Dara
Budidaya tapak dara harus dilakukan dengan intensif untuk meningkatkan
angka keberhasilan program ini. Program yang dijalankan
setengah-setengah tentu akan memiliki resiko kegagalan yang tinggi,
masih ingat kasus LPG? Bangsa ini butuh para petani yang memiliki jiwa
Enterpreneur, jiwa seorang Risk Taker. Mereka berani mengambil peluang
untuk membudidayakan tapak dara, dengan resiko kegagalan panen dan paska
panen yang menyertainya. Selama ini tapak dara masih tumbuh secara
liar. Belum ada program budidaya yang dilakukan di negri ini. Untuk
mengurangi resiko gagal pemasaran, maka harus dibentuk sebuah sistem
kerjasama antara petani dan koperasi unit desa (KUD). Perjanjian yang
dibuat adalah petani menyediakan produk tapak dara dan KUD membeli
dengan harga yang laya. KUD disini hanya berperan mediator antara petani
dan Industri.
2. Penelitian
Penelitian intensif terhadap proses produksi vinkristin dan vinblastin
yang lebih efisien harus dilakukan. Hal tersebut bermanfaat untuk
menjaga kualitas daya saing produk kita dengan produk luar negri.
Efisien atau mati, demikian semboyan 3 idot^^ Dengan demikian, para
peneliti dari berbagai bidang wajib dirangkul untuk mensukseskan program
ini. Kita punya banyak ilmuan yang tersebar di seluruh dunia. Sediakan
saja infrastruktur yang memadai. Saya yakin mereka akan segera kembali
ke tanah air ini.
3. Industri Farmasi
Kesediaan Industri Farmasi untuk ambil bagian dalam mensukseskan program
ini akan jadi kunci. Kita memiliki banyak Industri farmasi yang
berkualitas, sebut saja Kalbe Farma, industri farmasi yang konsisten
berinovasi dengan pengembangan produk herbal. Kerja sama dengan Industri
Nasional akan semakin meningkatkan mutu produk, terutama bentuk sediaan
yang lebih efektif untuk melawan leukimia.
4. Pemerintah
Semoga pemerintah dapat membaca artikel ini (mimpi kali ye…) sehingga
dukungan dari mereka yang ada di atas mutlak diperlukan untuk
pelaksanaan program ini secara total. Departemen pertanian dibutuhkan
untuk meningkatkan produksi bahan mentah (tapak dara) sedangkan
Departemen Kesehatan penting untuk proses distribusi paska produksi.
Rekomendasi penggunaan vinkristin dan vinblastin secara klinik di
Puskesmas atau Rumah sakit Indonesia akan mengokohkan market share pada
awal pengembangan produk ini.
Demikian sedikit khayalan saya melihat Indonesia dapat menajdi negara
produsen vinkristin dan vinblastin no.1 di dunia. semoga bermanfaat.
Salam sehat lahir dan batin^^
JUAL DAUN TAPAK DARA
Tapakdara (Catharanthus roseus)
banyak ditanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di halaman kita.
Tapakdara mempunyai 2 jenis bunga putih dan ungu. Tumbuhan semak tegak
yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 1 meter. Tanaman ini
merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di daerah beriklim
tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk
bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang
serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan
diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai
terompet dengan permukaan berbulu halus. Setiap kuntum bunga memiliki 5
kelopak.Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris
menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji. Tapak
dara yang masih keluarga kamboja ini diduga berasal dari Amerika Tengah
dan India. Sumber lain menyebutkan tapak dara berasal dari Madagascar, karena itu masyarakat Eropa memberinya julukan Madagascar Periwinkle.
Hampir
semua bagian tanaman tapak dara bermanfaat untuk kesehatan. Daunnya
mengandung senyawa alkoloid yaitu vinkristin dan vinblastin. Kedua
senyawa ini bersifat antineocristine yang ampuh melawan sel kanker.Bagian tanaman lain seperti bunga, buah dan batang mengandung alkoloida catharantine yang dikenal sebagai anti kanker. Alkoloida catharantine mengandung zat yang sama dengan plasma sel kanker, jika dikonsumsi, sel kanker dalam tubuh akan menyerapnya. Hasilnya, inti sel kanker akan terdesak dan menghilang.
Penelitian yang dilakukan tim Ely Lilly dari Universitas Western, Ontaria, menyatakan tanaman tapak dara bisa digunakan sebagai pencegah dan pembasmi sel kanker.
Selain mengatasi kanker, senyawa leurisine dan vindoline yang dikandung tapak dara dapat digunakan sebagai pengganti insulin bagi penderita diabetes. Sedangkan zat aktif vinblastine dan vincristine dipercaya mampu menjinakkan leukemia, pembengkakan limpa, kanker payudara dan tumor ganas.
1. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)
Bahan: 10 - 16 lembar daun tapakdara
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: setelah
dingin diminum, diulangi sampai sembuh.
Bahan: 35 - 45 gram daun tapakdara
kering, adas pulawaras Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan:
setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.
Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum
bunga tapakdara Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 1,5 gelas Cara menggunakan: diminum pagi dan
sore setelah makan.
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Bahan: 15 - 20 gram daun tapakdara
kering, 10 gram bunga krisan Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air
sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan: diminum tiap sore.
Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara Cara membuat: diseduh dengan 1
gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring .Cara menggunakan:
diminum menjelang tidur.
3. Leukimia
Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering,
adas pulawaras. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Asma dan
bronkhitis Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara Cara membuat: direbus
dengan 5 gelas air. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan
sore.
- Demam
Bahan: 1 genggam (12 -20 gram) daun
tapakdara, 3 potong batang dan akar tapakdara Cara membuat: direbus
dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Cara
menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.
- Radang Perut dan disentri
Bahan: 15 - 30 gram daun tapakdara kering Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.
- Kurang darah
Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih.
Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar
rumah semalam. Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara
teratur.
- Tangan gemetar
Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum biasa.
- Gondong, bengkak, bisul dan borok
Bahan: 1 genggam daun tapakdara Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.
- Luka bakar
Bahan: beberapa daun tapak dara, 0,5
genggam beras. Cara membuat: direndam dengan air, kemudian ditumbuk
bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka
bakar.
- Luka baru
Bahan: 2 - 5 lembar daun tapakdara Cara membuat: dikunyah sampai lembut. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru.
- Kanker.
Untuk pengobatan kanker, ambil satu
gengam daun tapak dara, campur buah plus kulit kayu pulasari dan gula
merah/Jawa secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air. Setelah air tinggal
separuh, angkat. Minum pagi, siang dan malam hari masing-masing 1/2
gelas.
Subscribe to:
Comments (Atom)

